Minggu, 02 Oktober 2011

antara kebimbangan dan keyakinan

"Hidup itu membingungkan ya?", pertanyaan ini mungkin bagi orang yang tidak memiliki jalan hidup atau dalam artian tidak memiliki pendirian, karena dia sendiri tidak tahu maksud dia hidup untuk apa dan tujuannya kemana. Tapi bagi orang yang memiliki jalan hidup dia tidak pernah berkata bahwa hidup itu "membingungkan", karena dia hidup dengan realita, paham dengan maksud dan tahu tujuan.

Bisa kita ibaratkan orang yang hanya dalam hidupnya hanya sekedar ikut-ikutan saja seperti kelapa yang terombang-ambing ditengah lautan. Kelapa itu tidak memiliki jalan hidup dan tidak memiliki pendirian, dia hanya bisa dipermainkan oleh ombak, dibawa kesana dan kesini. Dalam hidup orang seperti itu hanya dapat capeknya saja tapi tidak dapat faedah dari apa yang dia kerjakan, yaa mungkin juga bisa dikata dia seperti kerbau yang ditusuk hidungnya.

Dengan mudah dia bisa dibawa oleh keadaan. Orang lain buat seperti ini dia pun ikut seperti ini, orang lain buat seperti itu dia pun ikut seperti itu dan gayanya bisa diibaratkan seperti musim yang selalu berubah setiap tahun. Sehingga jika ada yang bertanya "kok ganti gaya lagi?", maka dia akan menjawab "lho, ini kan lagi mode!".

Orang seperti ini adalah orang yang tidak memiliki prinsip dalam hidup, mungkin kalau dia ditanya kamu jalani ini untuk apa? dia paling bisa menjawab "yaa seneng aja" atau mungkin dia akan menjawab seperti ini "seru aja kali ya?". Lucu sekali, hidup kok dijawabnya "seru" artinya dia tidak bisa memahami apa yang dia jalani dalam hidup ini.Dia tidak pernah berfikir untuk hari esok, mungkin dia akan mengatakan "hari ini ya hari ini, besok ya besok".

Padahal nanti suatu hari kelak setiap insan akan ditanya: "untuk apa kamu habiskan umurmu?, kemana kamu pergunakan masa mudamu?". Maka kalau orang yang tidak memiliki jalan hidup dia tidak akan bisa menjawab pertanyaan ini dan bisa jadi dia menggunakan ekspresi seperti orang yang gagu. Sehingga tidak sedikit kita jumpai orang yang memiliki jalan hidup seperti ini. Umur dihabiskan begitu saja tanpa ada makna, harta digunakan hanya sekedar untuk berfoya-foya, dan lain sebagainya. Orientasi orang seperti ini adalah "Muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga".

Berbeda dengan orang yang memiliki jalan hidup yang jelas, dia memiliki target tujuan, dan maksud dia jelas, sebelum melakukan sesuatu dia selalu berfikir dimana sisi baik dan buruknya. Maka orang yang seperti ini tidak akan mudah dimakan keadaan, bahkan bisa jadi dia yang mengatur keadaan. Motto orang seperti ini adalah "Anjing Menggonggong Kafilah Berlalu". Kesusahan dia penuh dengan makna ibarat minum air yang dingin disaat terik dan senyumnya ibarat embun di pagi hari.

Lain halnya dengan yang tidak memiliki tujuan maka kesusahan dia adalah sekedar susah yang tidak ada artinya bahkan dia merasa kesusahan yang didapat adalah satu siksaan yang berat buat dia. Sedangkan orang yang memiliki tujuan dia jalani hidup dengan tenang dan tidak risau, menghadapi segalanya dengan lapang dada dan selalu tersenyum.

Adapun orang yang tidak memiliki jalan hidup jika ada sesuatu yang dia tidak miliki maka dia selalu pusing, untuk bisa mendapatkannya dia akan menggunakan cara apapun karena menurut dia "jika saya tidak memiliki ini maka saya akan dibilang ketinggalan".
Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu berhadapan dengan dua jenis orang yang seperti ini.Oleh karena itu kita jangan sampai lupa apa yang Allah firmankan dalam Al-Qur’an yang artinya adalah sebagai berikut: "Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya.Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun". (QS. Al-Mulk 67 : 1, 2).

Sekarang mari kita sama-sama berfikir sifat yang manakah dari keduanya yang ada pada diri kita?, jawaban ada pada diri kita sendiri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar